Rani Juliani Luruh Dalam Cinta

Rani Juliani... dapatkan tentang kata-kataku kau bertanya,
Berikut semua makna di baliknya?
??
Ahh!!!
Tiada guna mengatakannya,
Bahkan sia-sia memulainya.
Lihatlah sorot matamu tajam berbinar,
Lebih dalam dari pelataran Surga,
Lebih hangat dari mentari membakar,
Di sana jawaban kan tersedia.
Ahh!!!
Jiwa dan raga ini jadi lunglai,
Lumpuh hingga ke dasar sukma,
Bagai Setan yang terkapar dilantai,
Tersambar oleh kilat kutukan dewa.
Berani menikmati hidup dan bersikap sewajarnya,
Tekanlah tanganmu yang putih,
Disitu akan kau temukan jawabanya,
Di situ akan kau saksikan tanah surgaku nan jauh.
Ahh!!!
Ketika bibirmu berbisik padaku teduh,
Hanya satu kata hangat terucap,
Akupun terbang menuju Surga Ketujuh,
Tanpa daya, akupun terlelap.
Namun kenapa kata-kata ini terus mendesak "tuk terucap
Dibalik selubung dalam dan pekat",
Ada yang tak bertepian,
Seperti pedihnya kerinduan,
Seperti dirimu adanya,
Seperti sang segalanya.
Karl Marx, 1838
By Blogger Indonesia Menulis.
