Jembatan Nasional Suramadu, Kisah Cinta 2 Anak Manusia

Tersebutlah sebuah kisah, dahulu kala ada seorang raja bergelar Prabu Blogger Merangin yang memimpin sebuah kerajaan besar di tanah jawa, yaitu kerajaan Surabaya. Dengan di dampingi oleh Maha patih Raden Teknorati, yang memiliki gelar Ki Seo Tangan Gatal, gelar ini beliau dapatkan setelah mampu mengalahkan Kerajaan Search Engine pimpinan Raja Optimization yang ingin menguasai kerajaan Surabaya ketika itu. Raden Teknorati adalah adik kandung Dewi Aleksa, Permaisuri Prabu Blogger Merangin. Kecantikan Permaisuri Dewi Aleksa sungguh tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, bisa dibilang beliau adalah wanita tercantik di seluruh kerajaan Surabaya.
Dari hasil pernikahan Prabu Blogger Merangin dengan Permaisuri Dewi Aleksa, mereka berdua dikaruniai seorang putra yang sangat tampan yang diberi nama Yahu Sura. Konon ketika sedang mengandung pangeran Yahu Sura, permaisuri pernah bermimpi bertemu seorang kakek berjubah putih, yang mengaku bernama Simbah Gugel. Dalam mimpinya tersebut Simbah Gugel mengatakan kepada Permaisuri bahwa suatu saat nanti putra yang sedang dikandung oleh sang permaisuri akan diusir dari istana oleh Sang Prabu, Ayah kandung Pangeran Yahu Sura. Namun dalam pengembaraanya setelah keluar dari istana pangeran akan mampu mempersatukan dua kerajaan besar yang sedang berseteru dan pangeran akan mempersunting seorang gadis desa yang kecantikannya melebihi kecantikan Sang Permaisuri Dewi Aleksa. Namun sayang dalam mimpi tersebut simbah gugel tidak menyebutkan kerajaan mana yang akan dipersatukan oleh pangeran Yahu Sura, dan siapa gerangan gadis yang dimaksud oleh simbah gugel.
Mimpi tersebut membuahkan kerisauan dan tanda tanya besar bagi permaisuri Dewi Aleksa, apalagi Pangeran Yahu Sura adalah putera semata wayang hasil pernikahannya deng Prabu Blogger Merangin. Namun hingga tulisan ini diterbitkan, e... e... e..... salah! Maksud saya, hingga Pangeran Yahu Baya mulai beranjak dewasa, Permaisuri tidak pernah menceritakan ikhwal mimpi tersebut kepada siapapun, termasuk kepada Sang Prabu Blogger Merangin sendiri. Hal ini beliau lakukan karena beliau tidak ingin mengusik ketenangan Sang Prabu dalam memimpin kerajaan surabaya.
Suatu siang, Sang Prabu sedang berbincang-bincang dengan Permaisuri. Dalam percakapan tersebut Sang Prabu mengutarakan maksud bahwa beliau akan menjodohkan Pangeran Yahu Sura yang kini telah berusia 24 tahun dengan Dewi Seo Sadau, puteri tunggal Mahapatih Raden Teknorati. Meski dihantui mimpi 24 tahun yang lalu, tapi Permaisuri Dewi Aleksa tetap menyetujui maksud yang Prabu.
Namun tanpa diduga-duga, ternyata Pangeran Yahu Sura tidak menyetujui rencana tersebut. Hal ini membuat Sang Prabu murka, dan akhirnya Pangeran diusir dari istana, karena dianggap tidak berbakti kepada orang tua. Meski Permaisuri mengemis pada Sang Prabu, namun Prabu Blogger Merangin tetap bersikukuh pada keputusannya.
Akhirnya meski dengan berat hati, Pangeran Yahu Sura tetap melangkahkan kaki meninggalkan istana, tempat dimana ia telah dibesarkan. Singkat cerita, setelah mengalami berbagai rintangan dalam pengembaraannya, sang pangeran sampai di desa Direkori, sebuah desa kecil yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Adsense yang dipimpin oleh Prabu Paypal. Prabu Paypal terkenal sangat kejam dalam memimpin, bahkan tersiar kabar bahwa raja Paypal akan menyerang dan merebut kerajaan Surabaya dari tangan Prabu Blogger Merangin.
Kabar ini, sampai juga ke telinga Pangeran Yahu Sura yang ketika itu sedang berada di desa direktori. Dan Pangeran ingin menyelidiki kebenaran berita ini. Akhirnya Pangeran Yahu Sura memutuskan untuk bermalam di desa tersebut. Setelah bertanya kepada beberapa penduduk setempat, sampailah pangeran di kediaman Ki Submit Diro, kepala desa Direktori.
Dari Ki Submit Diro, Pangeran Yahu Sura mendapatkan cerita bahwa kerajaan Adsense pernah beberapa kali menyerang Kerajaan Surabaya, namun berhasil di patahkan oleh pasukan surabaya yang langsung dipimpin oleh Mahapatih raden teknorati. Pangeran hanya menghela nafas lega, kesaktian paman mahapatih memang tak bisa dianggap remeh, bathin pangeran.
Ketika Pangeran dan ki Submit Diro sedang asyik-asyiknya ngobrol ngalor ngidul sampai ke masalah internet marketing segala, muncullah seorang gadis dengan membawakan minuman dan hidangan ke hadapan mereka. Ki Submit Diro memperkenalkan puteri satu-satunya tersebut kepada pangeran. Adalah Dewi Manis Madu nama gadis tersebut. Sang Pangeran langsung jatuh cinta pada pandangan pertama demi melihat kecantikan Dewi Manis Madu.
Singkat cerita lagi nich, akhirnya Pangeran Yahu Sura dinikahkan dengan Dewi Manis Madu oleh ki Submit Diro. Setelah 3 tahun tinggal di desa direktori, dari hasil pernikahan pangeran dan Dewi Manis Madu, mereka telah dikaruniai seorang putera yang diberi nama Suramadu. Akhirnya Pangeran mengutarakan keinginannya kepada keluarga Ki Submit Diro untuk kembali ke istana Surabaya dan memboyong Dewi Manis Madu bersama puteranya Suramadu. Meski berat, namun Ki Submit mengikhlaskan dan memberi doa restu kepada Pangeran. Karena memang Pangeran memiliki keinginan untuk membantu mempertahankan kerajaan surabaya dari gempuran-gempuran dan serangan kerajaan Adsense.
Tidak dipungkiri, sebenarnya Prabu Blogger Merangin juga sangat merindukan kedatangan Pangeran Yahu Sura.
Setelah diterima kembali di kerajaan surabaya, Pangeran Yahu Sura langsung terjun ke medan perang membantu Pamanda Mahapatih Raden Direktori melawan Kerajaan Adsense. Dalam pertempuran yang sangat sengit, dengan dipimpin oleh dua Ksatria Sakti, akhirnya tentara kerajaan Surabaya mampu mengalahkan kerajaan Adsense. Dan Pangeran Yahu Sura berhasil membunuh Prabu Paypal, raja kerajaan Adsense.
Kemudian kedua kerajaan tersebut dipersatukan, dan diberi nama baru yaitu Kerajaan Jembatan Suramadu. Lalu pangeran Yahu Sura Dinobatkan menjadi raja. Sedangkan Pangeran Kecil Suramadu, hasil pernikahannya dengan Dewi Manis Madu dinobatkan menjadi putera mahkota. Nyatakah kisah ini? Di manakah sebenarnya kerajaan Jembatan Suramadu itu? Siapakah keturunan pangeran Yahu Sura yang masih ada saat ini?...
Tentang Jembatan Nasional Suramadu, Berikut Hasil Copasannya
Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, yang menghubungkan pulau Jawa (di Surabaya) dan pulau Madura (di Bangkalan), Indonesia. Panjangnya mencapai 5.438 m, jembatan suramadu ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari 3 bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
Jembatan Nasional Suramadu diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni2009. Pembangunan jembatan nasional suramadu ditujukan untuk mempercepat pembangunan di pulau Madura, yang meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan nasional suramadu menghabiskan dana sebesar Rp 4,5 triliun.
Pembuatan jembatan nasional suromadu dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Madura maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.
Konstruksi Jembatan Nasional Suramadu
Jembatan Suramadu pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang keseluruhan sepanjang 5.438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. Jembatan suramadu menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan suramadu juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan.
Jalan Layang Jembatan Nasional Suramadu
Jalan layang Jembatan Nasional Suramadu atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.
Jalan layang Jembatan Nasional Suramadu ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.
Jembatan penghubung
Jembatan penghubung atau Approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.
Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.
Jembatan utama
Jembatan utama atau Main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter.
Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.
Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang biasa berlalu lalang melintasi selat Madura, Jembatan Nasional Suramadu memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut.
By Indonesia Menulis.
