Jika Bisa, Kenapa Harus Mencuri Ide?
Menulis posting memang sulit, karena membangun ide dan menyulapnya menjadi sebuah tulisan yang menarik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saya benar-benar merasa serr, ketika salah satu tulisan saya memiliki latar belakang yang sama dengan tulisan seorang sahabat, kemudian beliau bertanya (kebetulankah???....)
Memang benar latar belakangnya sama persis, namun bukan berarti saya mencuri ide. Kesamaan latar belakang bisa jadi merupakan kebetulan, tetapi jika dipertanyakan "kebetulankah?", artinya saya telah dicurigai mencuri ide yang bisanya hanya ngekor dari tulisan-tulisan orang lain. Aduh nasib... nasib... Jadi newbi memang benar-benar susah, gampang dicurigai.
Terlepas dari fenomena kejadian di atas, saya berusaha memetik pelajaran. Memang tidak salah jika beliau memiliki anggapan seperti itu, toh setiap orang bebas memiliki anggapan terhadap orang lain, dan bukan pelanggaran HAM tentunya. Hanya saja muncul pertanyaan di benak saya, jika bisa, kenapa harus mencuri ide?.
Mencuri ide, barangkali saya salah memberikan istilah dalam kasus ini. Mungkin teman-teman lebih enjoy dengan istilah Terinspirasi. Tapi munculnya istilah mencuri ide ini bukan tanpa sebab tentunya, tapi memang karena adanya anggapan yang saya rasa keliru. Karena tidak semua kesamaan merupakan hasil duplikasi dari sebuah ide.
Membangun ide untuk menjadikannya sebuah tulisan membutuhkan proses yang cukup rumit, karena tidak begitu ide lahir tulisan akan muncul. Semuanya harus diolah. Namun meskipun sulit, saya yakin setiap orang bisa melakukan hal ini, asal mau banyak belajar. Inilah sebabnya kenapa muncul pertanyaan jika bisa, kenapa harus mencuri ide?. Karena saya punya keyakinan sebenarnya kita bisa melakukannya, hanya saja terkadang kita belum tau jalan membuka pintunya.
Sama seperti ketika saya diajak berpartisifasi di komunitas blogger jambi. awalnya saya merasa, sepertinya saya tidak bisa. Untuk menulis di blog ini saja saya sudah kewalahan di tambah lagi aplikasi jumpolizer saya sering kesemutan, apalagi jika harus berpartisifasi di dalam komunitas. Namun setelah dijalani akhirnya lancar-lancar aja, meski saya hanya mengandalkan mobile blogging. Kalau dipikir-pikir, emang bisa HP mengalahkan komputer?... Ya kita lihat saja, seberapa aktif blog ini di jejali tulisan ngawur.
Akhirnya, semoga saja tulisan ngawur ini bisa menjadi bermanfaat.
By Indonesia Menulis.
Memang benar latar belakangnya sama persis, namun bukan berarti saya mencuri ide. Kesamaan latar belakang bisa jadi merupakan kebetulan, tetapi jika dipertanyakan "kebetulankah?", artinya saya telah dicurigai mencuri ide yang bisanya hanya ngekor dari tulisan-tulisan orang lain. Aduh nasib... nasib... Jadi newbi memang benar-benar susah, gampang dicurigai.
Terlepas dari fenomena kejadian di atas, saya berusaha memetik pelajaran. Memang tidak salah jika beliau memiliki anggapan seperti itu, toh setiap orang bebas memiliki anggapan terhadap orang lain, dan bukan pelanggaran HAM tentunya. Hanya saja muncul pertanyaan di benak saya, jika bisa, kenapa harus mencuri ide?.
Mencuri ide, barangkali saya salah memberikan istilah dalam kasus ini. Mungkin teman-teman lebih enjoy dengan istilah Terinspirasi. Tapi munculnya istilah mencuri ide ini bukan tanpa sebab tentunya, tapi memang karena adanya anggapan yang saya rasa keliru. Karena tidak semua kesamaan merupakan hasil duplikasi dari sebuah ide.
Membangun ide untuk menjadikannya sebuah tulisan membutuhkan proses yang cukup rumit, karena tidak begitu ide lahir tulisan akan muncul. Semuanya harus diolah. Namun meskipun sulit, saya yakin setiap orang bisa melakukan hal ini, asal mau banyak belajar. Inilah sebabnya kenapa muncul pertanyaan jika bisa, kenapa harus mencuri ide?. Karena saya punya keyakinan sebenarnya kita bisa melakukannya, hanya saja terkadang kita belum tau jalan membuka pintunya.
Sama seperti ketika saya diajak berpartisifasi di komunitas blogger jambi. awalnya saya merasa, sepertinya saya tidak bisa. Untuk menulis di blog ini saja saya sudah kewalahan di tambah lagi aplikasi jumpolizer saya sering kesemutan, apalagi jika harus berpartisifasi di dalam komunitas. Namun setelah dijalani akhirnya lancar-lancar aja, meski saya hanya mengandalkan mobile blogging. Kalau dipikir-pikir, emang bisa HP mengalahkan komputer?... Ya kita lihat saja, seberapa aktif blog ini di jejali tulisan ngawur.
Akhirnya, semoga saja tulisan ngawur ini bisa menjadi bermanfaat.
By Indonesia Menulis.
