Komentar Sifatnya Sosial dan Sukarela


Ketika seorang blogger mengawali menulis postingan dengan membangun sebuah ide, pasti tidak sedikit bahkan prediksi saya 99% yang memiliki harapan besar agar tulisan yang di posting akan menuai banyak respons (Komentar dari blogger lain maupun pengunjung blognya). Tidak sedikit pula yang merasa kecewa karena Artikel-artikel yang telah dipublish tidak mendapatkan banyak komentar, sehingga terkadang menimbulkan rasa males posting. Saya kira ini merupakan hal yang wajar, karena setiap blogger berhak berharap seperti itu tentunya.


Namun yang perlu kita ketahui, berkomentar atau mengomentari artikel blogger lain tidaklah wajib. Saya punya pandangan barangkali teman-teman sesama blogger juga setuju, "Komentar Sifatnya Sosial Dan Sukarela", Ya! Sosial dan sukarela. Ketika kita rajin blogwalking dari blog yang satu ke blog yang lain dengan meninggalkan jejak berupa komentar, pastinya kita punya harapan blog atau blogger yang kita kunjungi melakukan kunjungan balik dan memberikan komentar di blog kita. Tetapi kenyataannya terkadang tidak semulus dari yang kita harapkan. Tidak jarang blogger lain yang merasa enggan melakukan kunjungan balik, mungkin saja lebih disebabkan karena faktor kesibukan dan tidak sempat. Bahkan juga sering terjadi, mereka yang pernah kita kunjungi membalas kunjungan silaturahmi kita, tetapi tidak meninggalkan jejak dengan memberi komentar pada salah satu artikel kita. Lalu apakah kejadian semacam ini harus berakhir dengan kekecewaan.


Saya rasa jangan dulu, kecewa boleh saja tapi jangan sampai kekecewaan menghancurkan idealisme dan ideologi seorang blogger yang telah dibangun sejak awal memulai blogging. Mungkin saja ada beberapa faktor yang membuat blogger lain atau pengunjung merasa enggan mengomentari content di blog kita. Saya akan mencoba mengulas beberapa faktor yang mungkin menyebabkan blogger lain enggan berkomentar di blog kita.


01. Kemungkinan Content Artikel di blog kita kurang berbobot atau bahkan tidak berbobot sama sekali, sehingga membuat pengunjung blog kita merasa enggan berkomentar. Ini mungkin saja terjadi apalagi blognya newbi seperti saya yang contentnya jelek, hanya ngurus blog via HP Nokia 7610 dengan mengandalkan Aplikasi Jumpolizer. Content yang tidak berbobot bisa membuat pengunjung males berkomentar. Jangankan berkomentar, membaca postingannya kadang sudah males.


02. Komentar kita tidak berbobot, ini sering terjadi. Ketika kita melakukan kunjungan terhadap blog lain yang mana kita meninggalkan komentar tapi komentar kita tidak berbobot, hal ini bisa membuat blogger lain merasa enggan melakukan kunjungan balik, kalaupun berkunjung tapi tidak berkomentar. Sebagai contoh komentar yang tidak berbobot mungkin komentar yang hanya seperti ini: nice info, thanks, terima kasih infonya, no comment, numpang koment, blog yang bagus, berkunjung kang kunjungi balik ya, setuju, dll. Saya harap, saya tidak salah memberikan contoh. Kemunculan komentar seperti ini biasanya lebih disebabkan karena tidak membaca artikel terlebih dahulu, tapi slonang-slonong blogwalking. Kalau kita meninggalkan komentar yang tidak berbobot di blog lain, saya rasa tidak usah banyak berharap untuk mendapatkan kunjungan dan komentar balik.


Lalu seperti apa komentar yang berbobot itu, yang benar secara persis saya tidak tahu. Tapi versi saya begini, komentar yang berbobot adalah komentar yang terlahir karena ketulusan dan sesuai Artikel baik berupa tanggapan, usul, kritikan, saran, kesan, informasi tambahan, persetujuan maupun sanggahan. Kalau bisa minimal 10 kata dan maksimal tidak terbatas, mau melebihi jumlah kata pada postingan juga boleh, siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi pemilik blog dan diberi hadiah backlink. Jika tidak bisa di atas 10 kata juga gak papa asal nyambung. Dll


03. Komentar memang tidak wajib karena sifatnya yang sosial dan sukarela. Sehingga tidak perlu terlalu berharap setiap orang yang berkunjung akan memberikan komentar. Sosial karena komentar balik dan sukarela karena bentuknya memberi tanggapan. Saya pribadi akan terus mencoba belajar rajin update meski sepi komentar. Toh sepi komentar bukan berarti sepi pengunjung. Untuk masalah blogwalking insya Allah akan tetap rajin meski hanya mengandalkan mobile blogging via HP Nokia 7610.


Sekali lagi saya tegaskan komentar sifatnya sosial dan sukarela, tidak berkomentar bukan berarti sombong. Tapi sebelum saya akhiri, saya persilahkan bagi siapa saja yang ingin memberi tanggapan dan komentar monggo dipun rahapi sakmontene mawon.


Alhamdulillah selesai juga nulisnya, semoga tulisan yang berjudul Komentar Sifatnya Sosial & Sukarela ini dapat menambah Hazanah keilmuan kita, Amiin.


Damai itu indah, rukun itu ibadah... Salam untuk blogger indonesia.


By Indonesia Menulis.
LihatTutupKomentar