Berani



Secara harfiah, kata ini mengandung arti sifat batin (hati) yang tak takut menghadapi bahaya, kesulitan dan kesakitan (Kamus Umum Bahasa Indonesia; 2002). Dengan berpegang pada keterangan tersebut, dapat dipastikan bahwa semua manusia dan makhluk hidup pasti memiliki keberanian untuk memilih jalan hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya. Secara lugas, manusia dapat bertahan atau memilih jalan hidupnya karena dibekali dengan ilmu pengetahuan yang ditimba dari bangku sekolah. Tetapi ada sebagian yang beranggapan bahwa dirinya lebih banyak belajar dari alam semesta. Dan tak salah kiranya jika ada orang yang berpegang pada non scholae sed vitae discimus atau menjadi terpelajar sesungguhnya tidak di sekolah, tetapi di dalam kehidupan.


Jauh sebelum kemerdekaan, maka hal terakhir adalah yang paling banyak dilakukan oleh para bijak Nusantara di dalam memberikan simbol-simbol bagi tatanan hidup dan kehidupan bangsa indonesia. Dan salah satu diantaranya adalah wayang yang bagi masyarakat jawa memiliki muatan filosofis yang teramat tinggi.


Bila saya atau kita perhatikan lakon Ramayana, maka secara hermeneutik dapat ditafsirkan betapa berani kumbakarma, putra kedua Prabu Sumali atau adik dari Rahwana, merasa berkewajiban untuk tetap setia membela negara atau tanah airnya, Bukan membela rahwananya - kakak atau rajanya yang jahat. Walau ia tahu Rama adalah titisan Wisnu dan dirinya tak bakal menang melawannya, tetapi dengan menggenakan pakaian serba putih seperti pada upacara kematian, Kumbakarma berani memasuki medan laga dan berani berakhir gugur dengan tragis.


Sejatinya cerita ini, khususnya sifat berani dan keberanian kumbakarma wajib menjadi tauladan bagi segenap komponen bangsa yang bangsa yang baru saja menyelesaikan puncak dari pesta Demokrasi. Pertama - tetap menjaga keutuhan NKRI, Kedua - mau menerima kekalahan dengan jiwa besar, Ketiga - bahu membahu berjuang untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Karena itu, penting kiranya memiliki sikap dan sifat berani, berani bertindak, berani mawas diri dan berani karena benar.
LihatTutupKomentar