Pertemuan Tertutup PKS-Demokrat
Sedang santai menemani istri nonton sinetron kesukaannya "inayah", saya membaca sekilas berita dengan model text berjalan di bagian bawah layar televisi. Persisnya tulisannya begini "Pertemuan PKS-Demokrat tertutup, di kantor Bank Mega". Setelah sinetron inayah bubar, saya langsung mencari tahu kebenaran berita tersebut melalui siaran berita.
Ternyata PKS-Demokrat suka yang rapet-rapet juga ya? Gak pernah beli jamu RapetWangi sich. Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Bank Mega, jl. Tendean, Jakarta tersebut, jelasnya menimbulkan tanda tanya besar bagi pendukung Kubu PKS maupun kubu Partai Demokrat. bagi saya juga tentunya, seorang petani yang gak mau ketinggalan berita.
Pertemuan yang dihadiri utusan SBY, yaitu Ketum DPP Demokrat Hadi Utomo, Hatta Radjasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dengan pentolan PKS Tifatul Sembiring dan sejumlah Dedengkot Partai PKS tersebut berlangsung selama 2 jam. Yang mana saya kira, pertemuan tersebut menghabiskan dana yang cukup besar juga. Bayangkan saja! saat pertemuan berlangsung, Kantor Bank Mega dijaga dengan sangat ketat oleh sekelompok pasukan khusus dan wartawan gak boleh masuk, aduh kasian dech.
Hanya saja yang sangat disayangkan! Setelah pertemuan usai, baik ke-3 utusan SBY maupun Pentolan PKS masih enggan memberi komentar, alias No Comments. Tapi yang baca tulisan ini harus ngasih komentar ya? Awas kalau nggak...
Dugaan sementara saya, Pertemuan Tertutup antara PKS dengan Demokrat tersebut, masih ada hubungannya dengan keputusan SBY Memilih Boediana, Gubernur BI itu. Mungkin PKS memendam rasa cemburu, sehingga perlu melakukan konfirmasi, namanya juga politik. Dan kalau PKS ngambek, mungkin saja PKS akan berselingkuh dengan mas JK atau mbak Mega. Ini bisa saja terjadi, jika PKS merasa dikhianati dan bingung menentukan pilihan. Salahnya sich, gak pada mau melirik para blogger? Coba kalo para Calon Presiden Melirik Para Blogger, bisa Ocre nich.
By Indonesia Menulis.
